P5
Pekan 2
Resume Demontrasi praktik
gambar 1
1. Siapkan botol bekas
Siapkan botol bekas. Lalu, potong botol menjadi dua. Tempatkan bagian tutup botol ke dalam bagian bawah botol. Posisi tutup botol akan tampak terbalik.
Botol bagian atas akan menjadi tempat media tanam sedangkan botol di bagian bawah menjadi tempat air yang bernutrisi atau berisi zat hara.
2. Hubungkan kedua bagian botol
Hubungkan kedua bagian botol tersebut dengan menggunakan kain. Kain yang digunakan dapat berupa sumbu kompor. Jika tidak memiliki sumbu kompor dapat menggunakan kaus kaki yang tidak terpakai atau kain flanel yang dipotong seukuran sumbu kompor.
Bolongi bagian tutup botol yang cukup untuk dilewati kain sehingga kain dapat menjuntai kebagian bawah botol. Dikutip dari Home Guides, kain berfungsi untuk menghubungkan nutrisi air dengan media tanam.
3. Mengisi air berzat hara
Setelah semua sistem dapat beroperasi, tuangkan air berzat hara pada bagian bawah botol sebelum batas menyentuh tutup botol yang terbalik. Air berzat hara adalah air bernutrisi tinggi yang mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis.
4. Siapkan media tanam
Siapkan media tanam pada botol yang terbalik. Isi dengan bibit tanaman atau sayuran. Media tanam hidroponik dapat berupa sekam bakar, rockwool, atau cocopeat.
5. Ganti air berzat hara secara rutin
Air berzat hara akan menyusut perlahan karena digunakan oleh tumbuhan. Setelah air menipis ganti dengan air yang baru.
Tempatkan pula media tanam dengan lokasi yang sesuai tergantung kebutuhan akan matahari. Beberapa tanaman membutuhkan lebih banyak sinar matahari, sedangkan yang lainnya hanya perlu sedikit sinar matahari.
Beri perhatian kepada tanaman dan tambahkan pupuk kompos agar semakin cepat panen.
RAB
kawat
botol
paku
lem
gunting
bibit
Saya tidak membutuhkan kebun tapi masih bisa menanam sayuran segar, karena menanam dengan teknik vetikultur saya menanam selada bokor, penanaman sayuran segar ini di tanam dengan teknik vetikultur yaitu Teknik vertikultur dilakukan menggunakan media tanam berupa campuran tanah gembur dan pupuk. Sedangkan untuk wadah, bisa menggunakan botol bekas, rak gantung dan sebagainya. Pada intinya, seluruh tanaman nantinya disusun secara vertikal dan bertingkat supaya tidak memakan banyak ruang. cara pertama saya menyiapkan wadah dan memasukan 6 cup air yaitu 2 cup air mendidih dan 3 cup air dingin ,setelah itu masukan benih selada bokor tersebut ke dalam wadah yang sudah di isi air dan wadah tersebut di tutup, kemudian siapkan wadah dan saringan ,dan air yang tadi di saring dan benih yang sudah di masukan kedalam air tadi di ambil, dan setelah itu siapkan wadah dan masukan tanah ke dalam wadah tersebut ,dan masukan juga benih yang sudah di saring tadi setelah itu tambahkan pupuk terus di siram pakai air dan tutupi oleh botol yang sudah di potong dan di lubangi, setelah itu buat tempat untuk memindahkan tanaman, caranya itu siapkan botol bekas , gunting botol tersebut dan ambil bagian atas, setelah itu lubangi botol tersebut dengan solder dan tutup bagian atas direkatkan dengan lem tembak, setelah jadi tempatkan botol tersebut di tempat yang mau di tanami dan pasang pakai solder, kemudian siapkan tanah dan beri pupuk terus di aduk, kemudian masukan ke dalam botol yang sudah di buat tadi dan tunggu 3 hari dan setelah tiga hari pindah kan bibit yang sudah di tanam ke dalam tempat yang sudah disiapkan, setelah itu semprot dengan air dan, 7 hari kemudian tanaman mulai tumbuh ,terus tambah benih benih kecil kedalam tanah tanaman tersebut dan siram pakai air ,12 hari kemudian tanaman ini tumbuh subur ,dan tambahkan lagi pupuk terus siram kembai pakai air, dan ke 25 hari kemudian tanaman tersebut tumbuh besar dan subur, dan siap untuk di panen. Nahh jadi itu adalah cara menanam dengan menggunakan teknik vertikultur. tujuan vertikultur adalah untuk memanfaatkan lahan yang sempit secara optimal. Sistem bertanam secara vertikultur sekilas memang terlihat rumit, tetapi sebenarnya sangat mudah dilakukan.
Komentar
Posting Komentar